selalu tentang kamu

saat itu, aku kehabisan waktu untuk berusaha membahagiakanmu
saat sedih dan bahagiamu sudah tak bisa lagi kunikmati walau sebagai orang lain
dan, begitu banyak kepedihan telah ditimpa oleh harapan masa indahmu nanti
tanpaku kau mampu.
saat kebiasaanku jatuh hati padamu menjadi hal yang paling muak untuk terbesit dalam ingatan bahkan semakin nyata terlupa
dan, perjalanan lelah yang lama kau tapaki perlahan disambut oleh hasil yang hampir sesuai espektasi
semakin nyata terbukti bahwa sebenarnya perkenalan denganku adalah hal yang paling tidak berguna yang pernah coba kau lalui dalam hidupmu
“harusnya kucegah saja segala yang pernah terjadi, karena terbukti hidupku lebih indah, mimpiku dapat kuraih, bahkan aku merasakan bahagia sempurna yang tak pernah kucicipi saat bersamamu” tegasmu dalam hati yang penuh sesal
pada akhirnya, pujangga hati yang dahulu tak pernah berhenti memujamu, menjadi musuh besar yang mati-matian kau jauhi
“lihat si bajingan itu ! seenaknya menyakiti melukai memaki membuat airmataku lelah jatuh dan terpuruk dalam sedih, apakah ia pikir aku tak bisa ? benar-benar tak bisa untuk hidup menuju bahagia tanpanya ? Dasar bodoh ! suatu hari nanti aku akan tertawa saat kau mengemis-ngemis kesempatan mencintaiku lagi !” angkuh suara lubuk kalbumu berteriak, saat menatapku..
ya  aku, orang yang dahulu pernah setia kau doakan kebahagiaan, kesehatan dan kebaikan bahkan tak jarang kau coba memaksa takdir agar kita tetap bersama
marahmu telah lantang kau pamerkan, pun telanjang benci yang kau pendam menjadi saksi, sebagaimana takkan termaafkannya segala bersalahku olehmu
usai sudah, engkau telah sampai di tempat itu, tempat dimana tak tersisa walau sekecil debu kenangan tentangku, bahkan kau telah kehabisan waktu untuk terus membenciku
dengan bangga kini kau sapa hangat bahagia yang lembut mendekap resahmu
waktu demi waktu berlalu, kau telah puas bermain-main dengan bahagia, tak sadar sepi serta segala gundah dilema mulai datang mendekat, kau perlahan terpuruk dipojok derita, goresan amarah akan dinamika hidup mulai meronta-ronta dalam benak hati yang sama sekali tak siap untuk luka
kau mulai sibuk mencari serpihan bahagia atas jeripayahmu membunuh sedih kemarin, mungkin saja masih terselip entah dimana harap hati penuh cemas
tersadar, ternyata tak tersisa bahagia itu, mulai sulit untukmu melalui realita hidup yang menghempas keras tawamu hingga berlumuran airmata
tanpa sadar, menyelinap masuk penasaranmu diantara ego dan benci yang sedang menguasai hati
dimana dia ? yang pernah tulus menghapus airmataku saat airmatanya dibiarkan basah oleh jemariku..
dimana dia ? yang tak pernah lelah mewarnai sepiku, saat kelabu kesepiannya kuabaikan.. terasa butuh saat ini..
perlahan penasarannya pertanyaan itu membawamu tanpa sengaja mencariku, selaras hati tak pernah lupa untuk mengingati jiwa dan pikiran agar jangan pernah lagi jatuh hati padaku
ingat ! hanya sekedar mengobati luka, itu saja
belum pula terealisasi niatmu, seakan masih terikat rasa aku mulai semakin nampak bahkan nyata datang menyapamu, menanyakan segala kabar tentangmu disaat tak bersama denganku terlebih disaat ini..
khawatir, peduli, dan apapun itu terasa sangat persis dengan apa yang kau rasa dahulu
mulai terobati angkuhnya kesepianmu, mulai lari satu persatu derita seakan takut karena sandaran hatimu telah kembali
kau lelah ? bersandarlah disini
kau marah ? luapkan padaku
kau resah ? ceritakan padaku
seusai segala yang telah terjadi, rasanya tak sedikitpun cinta dan kasihnya berkurang, gumam senyummu dalam tatapan benci..
seperti mimpi, aku terbangun ditampar kenyataan bahwa ternyata persinggahan manis ini hanyalah sekedar mengobati lukamu bukan melepas rindu..
dengan tegas kau katakan bahwa tak ada sama sekali “aku” yang tersisa dalam hatimu
diam dan senyumku mendengar pernyataanmu itu membuatmu bertanya-tanya
“mengapa dia mampu menjaga perasaan yang telah jelas-jelas tak lagi kurasakan?”
ada beberapa sebab yang tak kau pahami, dan ada beberapa jawaban yang tak pernah mengerti kau artikan
aku mungkin ribuan kali membuatmu terjatuh dalam luka yang sangat perih menyayat-nyayat hati
aku mungkin orang terbejat yang pernah kau temui sejauh ini
aku mungkin sama sekali tak pantas untuk kau cintai
segala realita itu tak ada bantahannya
tapi.. coba lagi kau tengok hati kecilmu..
saat segala amarah kau perjuangkan, apakah benar rindumu padaku telah usai kau bunuh?
saat bermain-main dengan kenyamanan bahagia bersamanya, apakah benar bahagia itu melebihi tawa riangmu bersamaku ?
saat dia menghujanimu dengan beribu cinta, apakah mampu mengalahkan cintanya orang gila yang satu ini padamu ?
jika masih belum puas kau membunuh impian kita, silahkan sendirian atau berdua dengan sesiapa selain aku, rangkai bahagia seindah mungkin, bingkis dan perlihatkan padaku.. jika hatiku berpindah hanya karena hal itu, maka mungkin kau takkan pernah melihatku lagi di duniamu
“karena duniaku adalah mencintaimu.. dan cintaku adalah duniamu”

 

2 tanggapan untuk “selalu tentang kamu

  1. Andini Nuraini Putri Maret 6, 2019 — 12:45 pm

    🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Halo Raini Putri.. Niat sekali scroll kebawah 😂

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close