Putri Api

Suar aksara beku ditelan percikmu

Tak terasa, kita mulai saling merasa

Aku kamu sedang berjalan diatas mereka

Topeng-topeng aksara yang tak mau redup

Sampai kapan mata tertutup

Sampai kapan rindu meletup

Tak bersuara namun begitu terasa

Tak berapi namun begitu hangat

Tak berair namun nyata lukanya

Hari kini semakin renta

Hidup terpaksa mati nantinya

Terus mengapa ? Mengapa ada rasa yang belum bisa termakna ?

Entah itu rindu, yang jelas aku selalu ingin dekat

Entah itu kasih, yang jelas aku ingin selalu terekat

Duhai RAJA cahaya, inikah putri api yang tertunda ?

Cinta tak mengarah, rindu tak bernama, kasih yang merona, lepas

Pasung-pasung kecewa kau hancurkan dengan indah

Siapa kamu? Semoga bukan Putri LUKA.

Karena permasyurinya Raja, harus bisa meratui hati sang pangeran..

Duhai putri yang merona, aku selalu rindu dengan merana

Entah kapan kita enyahkan rindu dalam tawa pertemuan lagi

Entah kapan kita bakar kembali rasa, yang mulai padam ditiup semesta yang dingin

Melalui kenyataan, aku akan setia

Menghangatkan tubuh di api unggun yang di tumpuk oleh kayu-kayu ketidakpastian

Aim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close