Sebuah ingin, sedingin peluk

Terluka, termaktub dalam katup pelukan kemunafikan

Sejarah berbicara seakan pernah merasa yang tak pernah bertukarkan rasa

Serindu daku menelusup pedih dilindung ragu melagu lirih

Senar pun takut akan ketiadaan harapan

Karena layangan yang melayang tak putus, namun patah di mega yang kian mendung siang ini

Terbang, namun sangat patah tak tentu arah tak kian pula indah

Rinaimu kepedihan tersiksa bagi senyumku

Namun senyuman yang lupa terikhlaskan olehmu telah hati relakan untuk menanam harap padanya

Sebuah kisah tanpa nama, bukan hanya rasa tak termakna

Lemah, menggelantung setiap setianya kelenjar airmata hantui malam, meleburkan harapan bersama ingat yang sulit berpindah

Kemudian, ketika hati telah kau ikhlaskan bersama

Apakah masih pantas rindu itu tak sudih berirama ?

Lepas saja jubah kemunafikan yang menyamarkanmu, aku siap memelukmu kapanpun kau perlu

Ingatlah kembara kelana, yang tak pernah berpulang ke lain rumah

Selain di dekapmu, aku tak sudih merela

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close