Rumahmu

Rumah

Segelintir rupa beserta riuh problema

Atas nama keluarga, bersama dan mencoba tertawa

Guyon terlempar, buruk tergambar

Sejenak bisu, hati kemudian haru

Sebegitu buruk hingga menjadi lucu

Padahal

Hampir setiap yang tinggal merasa janggal

Tertawa, seadanya menghargai derita

Rumah

Kumpulan cinta yang berlindung dibalik fakta nan lara

Acuh kadang merajam, hidup tak kurang kejam

Anak disemat mimpi, ingin dan harap

Bersedia ditikam jarak, yang penting waktu tetap berpihak

Sampai kapan?

Sampai ada yang kecewa, atau ada yang duluan meniada

Semua kita memiliki neraka yang sibuk rupanya

Meladeni segala dosa

Meneriakkan segala doa

Menuruti segala dogma

Hingga

Terbakar didalamnya

Lupa menjemput pelukan surga

Yang harusnya ada disetiap rumah

Ah bagaimana mungkin merasakan kehangatan?

Sedang kini rumahpun telah porak poranda

Atapnya hancur terinjak-injak deras airmata

Tiang-tiang penyangga runtuh dikeroyok kegagalan

Langit-langit tempat biasa melukis harapan?

Meja makan tempat biasa berbincang dengan sepi?

Tembok kamar tempat biasa bersembunyi dalam tangis?

Lenyap!

Musnah!

Punah!

Rumah

Aim~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close