Kemarin masih Dulu, Esok masih Nanti

Apa kabar Januari-ku?
(Ternyata bulan belum bisa ngomong)

Baik, perjalanan yang terasa “begitu-begitu saja” juga segala bentuk keinginan dan pencapaian telah setiap insan tuangkan di cangkir-cangkir doa, waktu yang kan menjawab apakah hidangan itu di sesap dengan nikmat oleh kebahagiaan, atau hanya di tepis oleh penyesalan hingga cangkir itu pun pecah berkeping-keping. Segala bentuk resolusi bisa saja kita tulis dalam sebuah buku, bebas pula kita melangitkan mimpi-mimpi yang sejatinya tak pernah bisa terbang atau di lubuk hati terdalam tersimpan keinginan-keinginan yang telah menahun tanpa diketahui oleh siapapun. Namun, izinkan aku mengingatkanmu tentang apa yang biasa orang sebut “kecewa”. Sejatinya bagiku, kecewa hanyalah bonus dari segala cita-citamu yang bebas kau imajinasikan dengan gratis, lalu untuk apa sibuk mencela dan mencaci sepercik kecewa yang di hadiahkan bagi hidupmu? Bukankah untuk hidup saja sudah merupakan anugerah? Ah, tak perlu terlalu naif, memang kecewa itu menyebalkan. Setidaknya yang ingin ku tekankan adalah jangan takut untuk bersahabat dengannya, jika tak ingin, silahkan hentikan segala cita-citamu.

Tunggu dulu, tak adil rasanya jika kita tak bahas tentang bahagia, jika kecewa adalah bonus dari segala cita, beda halnya dengan bahagia. Kita harus bersedia dicabik-cabik kenyataan, bertengkar hebat dengan kesedihan, atau hanya sekedar sabarkan jiwa menatap kegagalan. Barulah mampu kita rengkuh bahagia dengan romansa yang hangat. Bahagia yang kumaksud disini bukan yang secara instan kita dapati, ah bagiku bahagia semacam itu jauh lebih murah dari kecewa yang tadi. Banyak yang meyakini bahwa setiap insan memiliki porsi-porsi bahagia sendiri-sendiri, benarkah? Mari berdiskusi dengan batin kita dan temukan jawabannya. Apa yang kita cari selama kita hidup takkan pernah kita temukan jawabannya sebelum kita merasa pernah mati, apakah disaat itu kita ada di kehidupan yang lain sembari tersenyum melihat segala kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan di hidup sebelumnya? Atau kita berada di ruang hampa yang pekat nan gelap tanpa tau apa-apa tentang apapun, sembari sadar bahwa hidup sebenarnya sama sekali tak ada arti? Ah, nanti saja kalau sudah ditempat itu, baru kita berbagi pikiran dan diskusikan lagi (kalaupun bisa).

Horor rasanya jika telah menyinggung tentang mati, inipun persepsi yang harus kita ubah tentang kematian, para pendahulu yang biasa dinamakan pemikir-pemikir zaman itu telah menciptakan semacam gagasan imajiner tentang surga, yang abadi dan juga penuh dengan kebahagiaan, sayangnya tempat ini dikhususkan untuk orang-orang yang bersih dari kejahatan bagaimanapun bentuknya. Tapi, jika kita ingin lebih menyederhanakan hal ini, sebenarnya kita manusia meski tanpa ada iming-iming surga, atas dasar kemanusiaan harus selamanya berbuat baik selama kita hidup. Lalu apa hubungannya dengan mati? tujuannya satu, agar kita menjadi manusia yang tetap berguna (menjadi contoh bagi manusia lain) dan kebaikan kita abadi meski kita telah pergi.

Ingin rasanya panjang lebar untuk membahas tentang kecewa dan bahagia, tapi yang harus lebih banyak kita renungi dan biarkan menjadi kontemplasi panjang menuju kehidupan yang lebih indah adalah menemukan makna dan guna dalam setiap fakta kehidupan yang telah, sementara maupun akan kita lalui. Tentunya tanpa menghentikan segala jenis pengeluhan, hal itu takkan berhasil.

Jadi, untuk Januari kita.. untuk bulan yang selalu menjadi awal segala cita dan harapan baru, tak perlu tambah “semoga” lagi, sebab sejatinya tak ada yang berubah dari setiap manusia.

kemarin masih dulu, dan esok masih nanti-

 

Aim~

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close