Pulanglah pada Kenyataan

Pernah dulu kita semogakan segala bahagia

Sebelum saat ini pupus dirampas derita

Pernah juga saling mengobati hati yang luka

Sebelum akhirnya hilang diterpa dusta

Jika hanya berujung teman

Untuk apa selama ini berpadu-padan

Jika hanya bertemu pedih

Untuk apa menahan penuh rintih

Tanya pada jawab yang sembunyi

Dalam ringkih nurani bernyanyi

Melagu merdu rentetan resah

Dalam iramamu tubuh pasrah

Rebah

Kian lelah

Merindu pada semu bernama kamu

Merengkuh tubuh dalam gelap imaji

Ketakutan menjelma kekalutan

Menjauh!

Ilusi bukan kita, ambisi bukan cinta

Menepi harus bisa, atau sedia rela binasa

Cinta tinggal sisa-sisa yang hampir sia-sia

Rindu pun hanya asa-asa yang kian mengada-ada

Dan janji sebatas bayang-bayang yang menjelma layang-layang

Kau mainkan di ingatan

Ku anggap itu harapan

Dan, akhirnya

Kenyataan menegurku

“Semua layang akan berpulang pada jatuh, seluruh sayang tak bisa kau paksakan utuh”

-Aim

Iklan

3 tanggapan untuk “Pulanglah pada Kenyataan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close