Kurajam rindu, kita telah hilang

Tepat sebulan lalu, tanggalnya

Tepat.. ah beberapa tahun yang lalu

Pernah ada rencana penuh problema, ketulusan mengambil alih takdir seharian itu

Duhai permaysuri Raja, perempuan manis yang sungguh riang

Rapuh kau kurengkuh dalam segala janji yang kian termenung di decak kagum yang tercipta

Dinding, kerlap lampu, kain hitam penutup mata, roda dua penuh kenangan hingga rumah yang biasa menjadi tempat bersua kita berdua

Benar, kita. Entah apa yang mendorongku untuk menulis ini

Yang jelas semua sudah semakin jelas tentunya

Ribuan hari telah berlalu, beberapa hati kata mereka harus terluka agar dapat utuh memahami cara bahagia

Yang kadang samar dalam setiap luka bertopeng cinta

Dulu penuh warna, menyiratkan kalimat yang indah

Kini pun gelap, tanpa suatu hal yang bermakna

Begitulah, berbiasalah

Kini kita hanya salah satu pengkhianatan yang pernah terjadi

Mendewasalah, bahkan menualah bersamanya

Tentu harap terbaik untuk kalian berdua

Aku, kekasihmu, kamu, dan dia adalah orang-orang yang senantiasa mencoba

Menatap mesra pada nasib, menyulam luka agar indah terangkai

Kita adalah aku dan dia, bukan lagi tentang kau dan aku

Kita adalah kekeliruan yang sering memalukan terkenang

Kita, tertulis dalam sejarah

Bagaimana dua manusia bodoh yang kerap kali memaksa

Agar bersama

Dan selalu dapat menemukan bahagia

Dengan cara saling menyakiti

Saling melukai

Saling meniada

Baik-baiklah, airmata~

Iklan

6 tanggapan untuk “Kurajam rindu, kita telah hilang

  1. Sukaaa ini, seperti sajak yang terbalas 😁

    Disukai oleh 2 orang

    1. Terbalas, namun dari orang yang tak diharapkan 😂 terima kasih yaaah

      Disukai oleh 1 orang

      1. Kembali kasih, tapi setidaknya terbalas Kan 😉

        Disukai oleh 2 orang

      2. Benar terbalaskan, impian dari segala rasa. Terkecuali terluka tentunya 😊

        Disukai oleh 2 orang

  2. Iya benar, seringnya Luka tapi tak berdarah, beradu kata pada kisah lalu terpisah. Kemudian , enyah .

    Disukai oleh 2 orang

  3. Tak berdarah. Urung sembuh dengan obat merah yah? Setidaknya pernah bersatupadu dalam kata “kita”, membuat kau paham arifnya makna pisah~

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close