Mentari, tertawai mereka

Pukul 10.30, (entah harus di namai pagi atau siang) hari ini begitu bersemangat si mentari, berjalan enteng naik ke tahtanya tanpa perlu takut awan-awan mendung datang menggoda.

Harapan ditumpuk hingga melambung tinggi di udara, oleh para penunggu senja yang katanya kaum ini begitu fanatik akan rona jingga sang baskara sore nanti.

Lepas dari kau dan aku termasuk di golongan itu atau tidak, tentu kita semua suka dengan rekayasa keindahan alam semesta, baik yang nampak di pupil mata, ataupun sebatas muncul di layar kaca.

Jadi, apakah kau sudah berhasil menjelma salah satu keindahan yang pantas disyukuri oleh orang lain? Atau kau masih seperti aku? melihat jelas ketidaksukaan dalam tiap pasang mata yang menatapmu, meski senyum yang mereka lempar terlampau lebar untuk di gambar.

Ternyata, semakin keras kita coba menjadi baik, semakin membuka lebar peluang kita untuk lebih dahsyat di jatuhkan dan berakhir di telapak kaki sang munafik.

Urungkan niatmu untuk berhenti berbenah diri, sebab kau tak pernah benar-benar sendiri.

Aim-

(URpict)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close