PERSEMAYAMAN “SANG SOMBONG”

Bertamasya kedalam kata

Bertafakur ke liang makna

Rasa tak bernama, tak berwarna, ternoda

Kosong

Suram

Merongrong dalam sulam tanpa semburat nirwana

Baskara, telah terbenam diufuk kecewa

Gelora juang tak bertuan

Tak mampu, tak sanggup, tak bisa

Diseduh dalam kata “tak apa”

Ya, kalian boleh tertawa, dan

Nikmati.. bisik-bisik manja, desah-desah ronta

Dari kerongkongan-kerongkongan laknat itulah pujimu berasal

Sukma gagal tersirat dalam surat yang kubaca, melarat

Dan, kelak saat keranda memuat jasadmu

Kau ditemani oleh cacimaki

Bersahabat akrab dengan malaikat bernama:
Syukur

“Kami dulu kau maki!”

“Kami dulu kau caci!”

“Kami dulu kau hina!”

Suara sumbang dari belakang nisan, mendesis

Dalam suasana duka, yang teramat manis

Syukurlah, akhirnya

Aku turut berduka, dengan mereka yang pura-pura terluka

Kau akan terlupa

Ingatan akan bertemu bayangan hitam, buntu

Namamu, tinggal tertulis menggunakan air seni anjing diatas batu

-Pemulungkata-

April,

2019

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close